Waktu Jua lah yang Mendewasakan Kita



Julia wants to be on her own
Sharing her thoughs, she is all alone
Dreaming of the things she wants to be
Where Julia don't belong

Julia says, 
She doesn't know what it's all about
Julia, please
Open you eyes and see, love hurts.


"Once upon a time..."
 
Dongeng normatif a la a la Di***y itu memang sudah jadi pola umum di dunia ini. Bahkan di era modern yang meninggalkan kuda gigit besi di masanya yang lampau.

Duluuu... Aku sih percaya bahwa akan ada pangeran bertopeng yang akan datang menyelamatkan sang putri, dari kastil tinggi yang merobek angkasa. Dengan pedang panjangnya, melawan naga dan penyihir durjana.

Tapi itu kan duluuu...
Manusia berubah lho! Dan manifestasi puteri dan pangerannya, tak lagi menggunakan pola "pada suatu masa".
Hari ini sih setidaknya aku merasa sedikit lebih dewasa dari kemarin.
Masih naif sih... Masih mudah percaya dengan kata-kata indah, "aku tahu kamu... Aku tahu kebiasaanmu... Aku tahu yang kamu rasakan."
Seems like you still here after all these years.
But you don't!

Waktu jua lah yang mendewasakan kita.
Mendewasakan ku setidaknya, jika kamu tidak mau ikut andil.
Waktu jua lah yang membuatku dalam kenaifanku selalu menuju jalan terbaik yang aku tahu.
Aku ingin mencintai dengan benar, walau benar pun relatif.
Aku ingin hidup dengan cara terbaik yang aku tahu, walau itu pun mungkin absurd.
Aku ingin menjalani hari dengan positif, walau tiada positif tanpa negatif.
Sebaik aku mengenal diriku sendiri, aku pun mengenal dirimu yang dulu.
Tapi tidak lagi.

Waktu jua lah yang mendewasakan kita.
Aku tak lagi mengenal pribadimu yang seolah menolak berubah, tapi berubah.
Aku tak lagi mengenal pria yang membohongi hatinya... Hanya karena dia mampu dan bisa.
Aku tak lagi mengenal ia yang merasa aku adalah pilihan (dari aneka pilihan). Padahal seperti kata Bang Iwan Falls, "Aku Bukan Pilihan".
Kutawarkan apa yang bisa kutawarkan dalam kenaifanku. Tapi setidaknya aku tulus.
Waktu jua lah yang mendewasakan ku.

Teruntuk bagimu...
Jiwa yang selalu berlarian mencari belahan jiwanya.
Sejatinya kamu sudah miliki.
Tapi seperti kata pepatah, kita tidak bisa mengisi ruang yang menolak untuk terpenuhi.
Siapapun tidak bisa merubah mindset setengah kosong yang selalu minta diisi.
Well, waktu jua lah yang mendewasakan kita.
Hingga harinya tiba, ingin kutemukan ia yang pernah kukenal dulu dan kujabat tangannya dengan hangat. Sambil berbisik, "nice to see you again".


Dari aku, si activist to the blood, yang berhenti menye-menye meratapi masa.
Seperti kubilang, I'm no longer your icing on the cupcake. I'll tell you exactly what I thought the best for you, though it sounds rough.

Komentar

Postingan Populer